Pemisah dan Penyatu Antar Diorama

DIRIMU


Oh, hai padamu.
Aku disini menantimu, menanti waktu senggangmu.
Aku sadar, tau, dan paham,
Kau memang jauh, terlalu sulit kugapai.
Tapi hati ini selalu memaksa untuk menunggumu,
Rela tersakiti setiap harinya.

Kumohon padamu.
Tenanglah disana.
Tetaplah disana.
Jangan buat rusuh, jangan buat gundah.
Biarlah aku menunggu disini.
Mencari kehangatan,
Mencari cahaya,
Menanti dirimu.

-adrmind


JARAK


Tidak ada yang indah dari jarak.
Apa spesialnya jarak?
Jarak hanya dapat memisah jiwa,
Jarak hanya dapat memantik rindu
Jarak mampu; dengan angkuhnya; membangun dinding diantara rasa.

Aku benci jarak, aku benci jauh.
Karena rinduku ini, termasuk jenis yang akan sulit dibendung,
Apabila sudah terpantik.
Ia, selalu berhasil menguasaiku, membuatku selalu terlihat bodoh di matamu. 

Aku meyakini, berharap padamu memang sangat indah pada awalnya.
Akan tetapi, seiring waktu berjalan,
Sesuatu menyadarkanku dari bayang semu tentangmu.
Ah, aku hanya terbawa pikiranku sendiri,
Semua hal tentangmu, adalah hasil karya imajinasi ku.

Ada satu pertanyaan yang terus menghantui benak,
Apakah kau pernah merasa yang sama denganku?

Aku hanya takut, semua perlakuanmu hanyalah sebuah omong kosong,
Berterus-teranglah denganku,
Aku ini memuakkan bukan?

-adrmind

Komentar

Postingan Populer